Marunda Center, Konsep Baru Pergudangan

Tingginya nilai penanaman modal baik asing maupun domestik memang belum terlihat mempengaruhi kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok. Tapi, hal tersebut tak menyurutkan PT Tegar Primajaya dan PT Multikarya Hasilprima untuk mengembangkan sebuah kawasan pergudangan dan industri terpadu berskala internasional di dekat pelabuhan terbesar di Jakarta itu.

Dinamai Marunda Center, sesuai dengan nama daerah lokasinya, Marunda Bekasi, di sebelah Timur Pantai Jakarta dan hanya berjarak 9,8 Km dari pelabuhan tadi. “Kami melihat ada peluang. Jika perekonomian bergerak maka kebutuhan pergudangan dan lahan untuk industri akan meningkat,” ujar Iwan Djunaedi, Direktur PT Tegar Primajaya.

Dengan nilai investasi diperkirakan mencapai angka Rp1,5 triliun, Marunda Center didesain secara terpadu bagi seluruh aktifitas ekspor impor, logistik, ekspedisi, penempatan peti kemas, dan industri serta pergudangan. Proyek ini berluas lahan 430 Ha, akan terdiri atas lebih dari 400 unit bangunan gudang dan industri. Pola jaringannya menggunakan sistem cluster, sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan berikat (bonded zone), di mana dapat diberikan fasilitas kemudahan proses administrasi kepabeanan serta penghematan bea masuk.

Untuk itu, fasilitas dan infrastruktur yang akan melengkapinya akan disesuaikan untuk menjadi kawasan pergudangan dan industri berskala internasional. Jalan utamanya akan selebar 38 meter, dibuat dari beton cor, yang setiap lajur dapat memuat tiga jalur kendaraan trailer. Jaringan drainasenya juga didesain berkapasitas besar, dan agar lingkungannya asri di kawasan ini juga akan dibangun sejumlah taman. “Kami juga berencana untuk membangun pembangkit listrik sendiri, serta pengolahan air limbah dan air bersih. Rencananya pembangunan itu akan bekerjasama dengan BUMD Jawa Barat,” jelas Iwan.

Marunda Center akan dikembangkan dalam dua tahap. Dari 150 Ha tahap pertamanya, saat ini sudah terbangun 80 Ha, di mana 30 Ha di antaranya sudah berhasil dipasarkan. “Saat ini setidaknya sudah ada 15 perusahaan yang masuk, salah satunya PT SMART Tbk.,” ungkap Iwan. Ukuran kavling yang dipasarkan rata-rata berukuran 5 ribu m2. Harganya Rp 1,1 juta/m2 untuk yang berada di jalan utama dan selisih Rp100 ribu/m2 untuk kavling yang berada di bagian dalam. Adapun gudangnya terdiri atas tiga ukuran, yakni tipe 420/600, 966/1380, dan 1380/3000, dengan harga mulai dari Rp1,3 miliar. “Kami juga menyediakan gudang berukuran kecil untuk industri menengah,” ujar Iwan. Gudang kecil berukuran 240/320 dijual seharga Rp850 juta.

Kedekatannya dengan pelabuhan laut adalah nilai tambah Marunda Center. Walaupun saat ini akses ke pelabuhan tersebut masih kurang memadai, tetapi di masa depan akan sangat cocok diperuntukkan sebagai kawasan industri dan pergudangan. Potensi ini sudah dilirik oleh PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) sebagai area ekspansi mereka di atas lahan seluas 413,8 Ha.

Daerah yang dikenal sebagai kampung halaman tokoh silat legendaris Betawi, Si Pitung ini, memang potensial digarap. Relatif tak ada pesaing, kecuali dengan kawasan Sunter, Jakarta Utara, yang kondisinya tidak tertata dan sering banjir. Adapun terhadap kawasan-kawasan industri di daerah Bekasi, Marunda bisa dinilai sebagai pelengkap aktivitas di sana. Hal ini sekali lagi mengingat lokasinya yang lebih dekat dengan pelabuhan, dibandingkan dengan Jababeka Industrial Estate, Lippo Cikarang atau MM 2100 Industrial Town yang masing-masing berjarak 45 Km, 45 Km, dan 35 Km ke pelabuhan. Belum lagi hambatan kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Apalagi Departemen Pekerjaan Umum berencana untuk melebarkan jalan akses Marunda mulai dari Jl Cakung-Cilincing sampai dengan jembatan Blencong. Di atas Kali Blencong dan Cakung drain, Dinas PU Provinsi DKI Jakarta juga akan menambah jembatan.

Lokasi Marunda kelak semakin strategis bila jalan tol Cikarang-Tanjung sepanjang 34 Km terwujud. Juga jalan tol sepanjang 12,4 km dari kawasan Cakung-Cilincing yang mengakses ke Tanjung priok dan berakhir di jalan tol timur arah Bandara Soekarno Hatta. Di atas kertas, kedua jalan tol itu akan selesai pada tahun 2010, sayangnya sampai saat ini belum terdengar kabar pembebasan lahannya.

Pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) yang akan bermuara di daerah ini, diyakini Iwan, juga akan menaikkan aksesibilitas Marunda. Lazimnya, pembangunan banjir kanal diikuti dengan pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sisinya. Sesuai jalurnya, maka jalan inspeksi tersebut bisa terhubung dengan jalan kolektor di pusat bisnis Jakarta. Dengan demikian, pencapaian dari tengah kota pun akan punya lebih banyak alternatif. “Bila semua infrastruktur itu jadi, Marunda Center akan semakin strategis,” kata Iwan yakin, seraya menambahkan bahwa pintu tol Cikarang-Tanjung akan berada dekat proyek Marunda Center.

Tidak heran, Iwan meyakini harga tanah di daerah Marunda akan terus merangkak naik. “Saat ini harganya masih lebih murah dibandingkan kawasan industri yang ada di Pulogadung atau Sunter,” kata Iwan. Harga tanah di kawasan pergudangan di Pulogadung saat ini sebesar Rp2,5 juta/m2, sementara di Sunter senilai Rp5 juta/m2. “Kami optimis harga tanah di Marunda Center akan naik rata-rata per tahun sebesar 30%,” kata Iwan.

Rencananya, mengingat lokasinya yang berbatasan dengan laut, Marunda Center juga akan dilengkapi dengan pelabuhan kecil. Seremoni penandatanganan MoU antara PT Tegar Primajaya dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas dermaga serta perawatan (docking) kapal sudah dilakukan. Keberadaan sarana ini diharapkan akan mendorong koneksitas transportasi intermoda dan distribusi barang yang akan masuk dan keluar Kawasan Industri Marunda Center.

Sumber: Yuniar Susanto

About these ads

3 Tanggapan

  1. mohon bantuan untuk kontrak gudang luas sedang

    • biasanya yang ditanyakan oleh marketing adalah peruntukan dan lokasi. jika Anda berbisnis ekspedisi, lokasi yg tepat adalah dekat bandara atau pelabuhan.

  2. tapi kami sebagai masyarakat sekitar sangat dirugikan dengan berdirinya kawasan industri marunda center yang tidak sama sekali memikirkan masyarakat sekitar …dan tanggung jawab sosial terhadap kami masyarakat sekitar belum kami rasakan ..dan kami berharap kepada pihak dari PT. TEGAR PRIMAJAYA tolong bukja pintu hati kalian lihat lah kami masyarakat sekitar yang sangat terdampak dan dirugikan atas terdirinya kawasan ini …jangan seperti perusahaan komunis …dan jangan seperti perusahaan iblis …ini adalah keluhan kami sebagai masyarakat yang menjadi sedikit kritik untuk pihak Kawasan Industri Marunda Center

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: