Pengembangan Rumah Di Bekasi, Simultan

Usai ditetapkan menjadi wilayah penyangga Ibukota (hinterland) tahun 1977 yang diikuti pembukaan jalan tol Cawang-Cikampek sepanjang 73 Km, Bekasi menjadi destinasi investasi utama untuk sub sektor perumahan. Kendati pada awalnya, Bekasi diemohi karena terkait tingginya tingkat kriminalitas serta kebijakan pemerintah kota dan kabupaten yang kurang ramah investasi. Namun, setelah terjadi perubahan esensial pada semua lini yang mengarah keterbukaan, kawasan tapal timur Jakarta ini langsung melesat pesat.

 

Pengembangan terjadi secara simultan. Terutama perumahan. Segala kelas tersedia. Dan uniknya, terpola mengikuti demografi kawasan. Perumahan kasta menengah bawah, contohnya, banyak berdiri di kawasan Tambun, Cibitung, Lemah Abang, Cikarang, dan Cibarusah. Di lokasi-lokasi tersebut, memang memungkinkan perumahan sederhana tumbuh dengan baik mengingat kelengkapan dan memadainya infrastruktur, aksesibilitas serta moda transportasi.  

 

Ada pun harga rumah yang ditawarkan, masih terhitung sangat murah. Yakni di level Rp60 jutaan. Seperti di Panorama Mutiara Regency, Tambun, rumah tipe 22/60 dipatok Rp55 juta dan tipe 36/60 di perumahan Kota Serang Baru, Cibarusah, senilai Rp58.5 juta.   

 

Sementara kelas menengah nyaris terdapat di seluruh penjuru kawasan. Mulai dari Bekasi bagian utara, barat, selatan hingga timur. Sebut saja di Jababeka City, Lippo Cikarang, Deltamas, dan Grand Wisata yang dilengkapi beragam fasilitas untuk kenyamanan penghuninya.

 

Belum lagi Kota Harapan Indah yang dikembangkan Grup Damai Putra. Perumahan ini berada justru di bagian wilayah yang sama sekali disegani investor untuk dibangun. Akan tetapi dengan konsep terintegrasi Kota Harapan Indah bertransformasi menjadi sarana hunian dan investasi menjanjikan. Rumah yang dipasarkan dimulai dari harga Rp250 juta sampai di atas Rp1 miliar.

 

Kedekatan jarak dengan Jakarta, membuat perumahan seluas 2 ribu m2 ini sangat diminati. Saat ini Kota Harapan Indah sudah dihuni sekitar 60 ribu kepala keluarga (KK) dan 40% lahannya sudah terbangun. “Tahun lalu penjualan mencapai Rp325 miliar. Tahun 2008 ini kami menargetkan dapat menjual 1.200 sampai 1.400 unit rumah senilai Rp400 miliar. Kami yakin target itu dapat tercapai,” ungkap Hyronimus Yohannes, Maketing Manager Kota Harapan Indah.  

 

Berbagai fasilitas terus dihadirkan. Antara lain, pusat perbelanjaan yang lokasinya tidak jauh dari gerbang masuk. Selain itu juga akan dibangun pusat jajanan. Menyusul ruang komersial (Alfa Supermarket, pasar tradisional, pasar modern, sentra onderdil)  Harapan Indah Club (HIC), SPBU Harapan Indah,  sekolah BPK Penabur, 10 feeder busway, dan lain-lain.

 

Sementara di Bekasi Barat, sentrum pengembangan teraglomerasi di perumahan Kemang Pratama. Usia pengembangannya memang terbilang tua, lebih dari satu dekade. Di Kemang Pratama yang menyasar segmen menengah atas, harga rumah paling murah adalah Rp337,8 juta, dan tertinggi Rp1,7 miliar. Hingga saat ini imej Kemang Pratama sebagai salahs atu kawasan elit Bekasi, masih tertanam dengan baik.

 

Rival terberat mungkin datang dari Grand Wisata yang dibangun PT Alvita Pratama. Yang terakhir ini merupakan pengembangan skala kota. Catatan penjualannya termasuk spektakuler. Dalam sehari rata-rata bisa mencetak penjualan hingga Rp15 miliar. “Tahun 2008 ini kami memasarkan lima klaster yang dipatok seharga Rp300 juta hingga Rp1,6 miliar/unit. Klaster terbaru adalah West Esplanade yang dikembangkan dalam dua tahap. Tahap I sejumlah 100 unit habis terjual dan tahap kedua baru diluncurkan awal bulan lalu,” jelas General Manager Marketing Grand Wisata, Jushida Kusuma.

 

Tingkat serapan yang tinggi ini terjadi karena demand pasar yang menunjukkan penguatan. Ini dipicu oleh pengembangan besar-besaran dari perusahaan properti bonafid yang secara otomatis meyakinkan pasar. Masuknya Grup Duta Pertiwi, dan pengembang ternama lainnya, terakhir Summarecon Agung ikut melonjakkan prestis Bekasi sebagai kawasan masa depan yang membawa keuntungan menjanjikan. Tak hanya untuk pengembangan skala mega juga gurem. Semua segmen seakan dapat menikmati porsi market  yang memang ceruknya begitu besar dan sangat potensial untuk digarap.

 

Tengok saja di kawasan Tambun, salah satu perumahan menengah yang terkenal adalah Permata Metropolitan yang dikembangkan PT Metropolitan Permata Development (Grup Metropolitan) sejak tahun 1996. Permata Metropolitan ini terserap pasar sekitar 70% dari jumlah total unit rumah sebanyak 600. Harga rumahnya sendiri di bawah Rp300 jutaan.

 

Menariknya, meski termasuk rumah menengah bawah, namun rata-rata dielngkapi oleh fasilitas yang memang sangat dibutuhkan penghuninya. Bukan sekadar jogging track atau play ground. Melainkan pusat belanja sekelas community mall. Bahkan, ke depannya seperti yang dikatakan Andi Jomantara, Site Manager, Permata Metropolitan akan dirancang dengan sistem cluster. Untuk itu, harganya akan dinaikkan menajdi Rp250 juta sampai Rp500 juta. Pada tahap pertama akan dibangun dua cluster yang masing-masing berisi 150 unit rumah. Selain itu, “Kami akan membangun sarana olahraga berkonsep outdoor. Sementara kemarin baru menambah fasilitas kolam renang,” kata Andi.

 

Fasilitas kelas regional juga disediakan Kota Deltamas. Bahkan, di sini telah ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Bekasi. Karena itu selain hunian, gedung-gedung pemerintahan adalah yang paling awal dibangun. Kini kota ini sudah dihuni oleh 3.700  KK sejak dikembangkan pada tahun 2002 lalu. “Sebagai kawasan industri, Cikarang membutuhkan hunian berbagai kelas. Banyaknya industri memberikan dampak positif terhadap pembangunan rumah. Seperti di Deltamas, banyak dihuni oleh para pekerja kelas manager dan supervisor di industri tersebut,” papar Susanto Hartono, Sales Manager Kota Deltamas.

 

Sudah 14 klaster yang dibangun di Kota Deltamas. Paling anyar Green Leaf Terrace. Lokasinya  di sekitar ISTB (Institut Saint Teknologi Bandung/ S-2).  Konsepnya adalah rumah kost yang sudah dilengkapi furnitur. Dipasarkan dengan harga Rp400 juta-an  dengan ukuran 52/103 m2.

 

Tren Harga Meningkat

 

Menurut catatan Properti Indonesia, harga rumah di Bekasi terus mengindikasikan kenaikan yang cukup signifikan. Rumah berukuran 62/144 di perumahan Graha Kalimas, contohnya. Pada tahun 2007 lalu dijual Rp307,8 juta, setahun kemudian menjadi Rp367 juta. Kinerja serupa dialami rumah-rumah di Grand Wisata. Dimensi 47/90 yang pada tahun 2006 lalu dijual seharga Rp225 juta, menanjak ke angka Rp261 juta pada 2007 dan dan kini menjadi Rp285,6 juta. Begitu pula di Kota Harapan Indah. Tipe 168/250 dipatok hanya Rp898 juta tahun silam, kini menjadi Rp1 miliar.  Sementara di Kota Deltamas rumah tipe 235/300 setahun lalu dibanderol Rp860 juta, kini bertengger di angka Rp1,1 miliar.

 

Ali Hanafia, Direktur Utama PT Indo Tama Nusantara yang mengembangkan Taman Nirwana dan Villa Pelangi yakin Bekasi memiliki prospek investasi yang baik di masa datang. Hal itu dilandasi beberapa faktor. Pertama, harga peroperti di Bekasi saat ini masih under value dibandingkan kawasan Tangerang. Lebih tingginya harga properti di Tangerang, karena perumahan skala kota di sana lebih banyak dan lebih dulu dikembangkan dibandingkan di Bekasi. “Perkembangan harga perumahan skala kota akan memberi imbas ke perumahan yang lain,” ujar Ali.

 

Karena harganya masih rendah, peluang investasi menjadi lebih menjanjikan. Namun, Bekasi harus dibenahi infrastrukturnya. Jalan tol Jakarta-Cikampek yang semakin padat harus diatasi. Seperti kawasan Tangerang yang tidak hanya bisa dicapai melalui jalan tol Jakarta-merak tapi juga bisa melalui Jakarta Outer Ring Road. “Jika infrastruktur dibenahi harga akan meningkat tajam,” ujar Ali.

 

 

 

 

 

 

About these ads

6 Tanggapan

  1. Mb Hilda… tengkyu banget…
    For everythinglah..

    Btw, mb, perumahan di kawasan bekasi aman gak ya? klo infrastrukturnya, bagusan mana sama tangerang? truz, perumahan mana yang paling bagus tapi murah… hihihi..

  2. saya berminat nih sama perumahan villa pelangi,bisa ksi info yg lebih detail ga?thx

  3. dear eka,

    saya sudah ambil villa pelangi di bekasi, clusternya kecil type 45/104, dulu pas ambil haragnya 262 juta ,,, untuk akses tinggal pilih tol timur (kira2 1,5 km) dan barat (2,5 km) .. pas buat keluarga muda, nanti ada tahap kedua .. dengan jumlah rumah yang lebih banyak .. keamanan 24 Jam ..

  4. duh masih ada gak sih harga dibawah 100 jt tapi jangan banjir..dan gak jauh jauh banget….

  5. SAYA LAGI CARI RUMAH MURAH.GIMANA YA? ADA YANG BISA TOLONG SAYA GA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: