Violet Garden, Rumah Berfasilitas Pusat Belanja

Bekasi merupakan kawasan dengan pangsa pasar sangat luas. Inilah potensi yang menjadi daya tarik investasi. Hanya saja, kebutuhan pasar yang sangat besar itu belumlah digarap dengan maksimal. Pengembangan properti terkesan sporadis, tanpa perencanaan yang matang dan hanya terkonsentrasi di titik-titik tertentu yang dekat dengan pusat keramaian dan pemerintahan. Namun begitu, Bekasi tetap saja dipandang sebagai lahan menjanjikan.

Beberapa wilayah ‘sisa’ di Bekasi, setelah wilayah lainnya habis terbagi, yang diincar para pengembang antara lain Bintara dan Kranji. Keduanya berbatasan langsung dengan Jakarta. Grup Nusuno Karya (GNK) adalah satu dari sekian pengembang yang mencoba peruntungan di sini. Mereka mulai menggarap Violet Garden melalui anak usaha PT Mitrakarti Perkasa Sarana. Menempati area seluas 5,9 Ha.

Perumahan ini merupakan proyek ke 10 GNK yang seluruh sahamnya dimiliki Cipto Sulistyo.  GNK dikenal sebagai pengembang spesialis perumahan kelas menengah skala kecil. Sebelumnya GNK mempersembahkan Puri Bintara seluas 6 hektar. Menawarkan berbagai tipe rumah, mulai 64 m2 dengan harga Rp215 juta per unit. Dalam tempo 1,5 tahun, 300 unit rumah terserap pasar. Tak lama kemudian, mereka melepas Bintara Estate  seluas 1 Ha, berisi  60 unit town house yang dibanderol Rp250 juta-700 juta. Menyusul  Puri Kranji Regency yang terdiri atas 260 unit rumah di atas lahan 4 Ha.

“Karena respon pasar terhadap tiga perumahan itu sangat baik, kami percaya diri mengisi pasar dengan Violet Garden,” ujar Rossa, General Manager Marketing GNK. Violet Garden menempati lahan bekas pabrik pembuatan mantel. Rencananya akan dibangun rumah sebanyak 256 unit berdesain modern minimalis. Varian dimensinya 36/72, 45/105, 60/105, dan 110/136. Violet Garden dipatok seharga Rp265 juta-817 juta. “Kami menyasar kelas menengah. Dan optimis laku terjual, sebab di sekitar sini tidak ada proyek sekelas. Kebanyakan justru menengah atas,” lanjut Rossa.

Nampaknya strategi ini membawa hasil yang bagus. Saat pameran di JCC mereka  berhasil menjual 17 unit rumah. Selain harga, lokasi Violet Garden memang aksesibel.  Bisa dijangkau dari jalur tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) melaui pintu tol Bintara. Dan juga jalur kereta, melalui stasiun Cakung dan Pondok Kopi. Sementara jika memakai angkutan umum, juga mudah dijumpai angkutan umum dengan rute searah. Apalagi lokasi perumahan juga tidak jauh dari Jl Raya Bekasi, dimana angkutan umum beroperasi 24 jam.

Selain itu, konsep Violet Garden juga cukup memikat. “Kami akan membangun perumahan yang asri, dipenuhi banyak tumbuhan,” kata Rossa. Taman-taman, akan dibuat di sepanjang jalan utama dengan ROW 12 meter yang dicor beton. Juga terdapat jogging track. Fasilitas lainnya adalah sport club dan masjid. Sementara spesifikasi bahan bangunan yang dipakai juga cukup baik, seperti penggunaan rangka atap baja ringan dan pemakaian keramik ukuran besar yakni 40 x 40 cm.

Fasilitas yang membedakan Violet Garden dengan perumahan lainnya adalah mal. Mereka akan membangun pusat belanja dengan memulai pengalokasian lahan seluas 1 Ha. Mal ini akan terdiri atas 3 lantai bangunan. Selain membidik penghuni Violet Garden, mal ini juga menyasar penghuni perumahan lain yang banyak berdiri di sekeliling Violet Garden. “Mal akan dibangun setelah Violet Garden dihuni warga,” kata Rossa yang menargetkan seluruh rumah habis tejual dalam waktu dua tahun.

Strategi pemasaran yang dilakukan antara lain down payment (DP) yang bisa dicicil sebanyak 6 kali. Lalu, pembeli mendapat subisdi bunga sebesar 4% selama setahun dalam program cash back. Dengan demikian, pembeli tetap membayar cicilan kepada bank sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan. “Selisihnya akan kami berikan pada akhir tahun,” jelas Rossa. Apakah strategi yang dilakukan akan menuai hasil yang memuaskan? Kita lihat saja nanti. Yang pasti GNK sudah siap meluncurkan proyek-proyek baru lagi.

Antara lain town house di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Grand Valley Residence  seluas 33 Ha di Depok, Jawa Barat, dengan investasi Rp 1,3 triliun, dan kota mandiri Kalimalang Epicentrum seluas 21 Ha dengan investasi Rp 800 miliar.

Tak sebatas itu, GNK juga memiliki portofolio apartemen yakni Square Garden di Cakung, Jakarta Timur. Berisi empat tower; yang masing-masing terdiri atas 124 unit dengan harga Rp 109 juta/unit. Lalu Apatermen Eastonia di Jatiwaringin, Pondok Gede, yang berdiri di atas lahan seluas 3 Ha. Untuk membiayai berbagai proyek properti itu, GNK memakai modal dari hasil penjualan proyek, perbankan, dan dana investor. Selain properti, mereka memiliki pabrik bahan bangunan dan minimarket.

sumber: Y Susanto

About these ads

3 Tanggapan

  1. Ada berita tentang 1@Cik Ditiro by Duta Anggada?
    apakah apartemen itu laku keras?

  2. dimana lokasinya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: