Cibinong Raya, Poros Baru Penyangga Kota

Aktifitas pembangunan di Cibinong Raya nampak di setiap sudut kawasan. Infrastruktur pendukung berupa jalan raya baru kini tengah dibangun. Pengembangan perumahan pun agresif dilakukan. Begitupula dengan pembangunan fasilitas publik dan komersial.

Bupati Bogor Rachmat Yasin tak henti berupaya melakukan percepatan pembangunan wilayah Cibinong Raya sebagai Ibukota Kabupaten Bogor. Cibinong Raya merupakan gagasan yang diluncurkan Rachmat Yasin karena menurutnya untuk mengembangkan Kota Cibinong sebagai Ibukota Kabupaten Bogor tidak bisa berdiri sendiri. Wilayah-wilayah di sekitarnya seperti Bojonggede, Tajur Halang, Citeureup, Babakan Madang, dan  Sukaraja juga harus digeber pembangunannya.

Tujuan pengembangan Cibinong Raya juga untuk menampung luberan pertumbuhan Kota Bogor. Selama ini Bogor menjadi pilihan pertama orang Jakarta bila mencari rumah. Padahal, kapasitasnya sudah tidak memadai. Sayangnya selama ini wajah atau identitas Kabupaten Bogor belum jelas sehingga kurang menarik. Untuk itulah Cibinong Raya diniatkan bersalin rupa.

Menurut Burhanudin, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor sudah memiliki Perda No 19/2008 tentang Tata Ruang Wilayah yang mengatur arah pemanfaatan ruang Kabupaten Bogor. Berbekal Perda itu, kemudian disusunlah enam rencana detail tata ruang (RDTR). Salah satunya RDTR Cibinong Raya yang mencakup Kecamatan Cibinong,  Bojong Gede, Tajur Halang, Citeureup, Babakan Madang dan Sukaraja. “RDTR Cibinong Raya akan segera diserahkan ke DPRD dan mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dibuatkan payung hukumnya berbentuk Peraturan Daerah (Perda),” ujarnya.

Joko Pitoyo, Sekretaris Dinas (Sekdis) Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor mengatakan, pembentukan Cibinong Raya sama halnya dengan konsep Megapolitan, di mana semua bentuk jenis usaha berada di dalamnya sehingga nantinya akan menjadi wilayah jasa perdagangan. “Jadi semua kegiatan perdagangan akan terkumpul di sini, baik sektor pertanian maupun kegiatan perekonomian lainnya. Akan tetapi kalau sudah menjadi wilayah Cibinong Raya keberadaan sektor pertanian tidak boleh lagi ada di kawasan tersebut,” papar Joko.

Sementara Dani Rahmat, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan DinasTata Ruang dan Pertanahan mengatakan, yang paling utama dan mendasar dalam pelaksanaan rencana ini yaitu terciptanya sistem infrastruktur terpadu. “Dengan begitu Cibinong Raya bisa dengan mudah dicapai dari berbagai wilayah sekitarnya,” lanjutnya.

Saat ini Pemkab Bogor tengah membangun berbagai jalan tembus. Salah satunya dari Jl Raya Bogor ke kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Cibinong di Pakansari hingga Jl Tegar Beriman yang disebut Jl Lingkar GOR. Sebagai terusan Jl Sentul Baru selepas pintu tol Sirkuit Sentul di jalan tol Jagorawi. Dari Tegar Beriman, kemudian direntang hingga Jl Raya Parung dekat perumahan Telaga Kahuripan melalui Bojong Gede. Tegar Beriman-Bojong Gede sendiri sudah terkoneksi melalui Jl Pemda Bambu Kuning. Jadi, tinggal melanjutkan dari Bojong Gede ke Jl Raya Parung (Kemang). Sedangkan ujung Jl Tegar Beriman di Jl Raya Bogor ditembuskan ke Jagorawi melalui pintu tol Citeureup, sehingga kawasan GOR bisa diakses dari banyak arah, tidak hanya lewat Jl Sentul Baru. Selain itu dari Bojong Gede juga bisa dibuka akses ke tol BORR seksi 2 Kedung Halang–Yasmin (Jl KH Soleh Iskandar). Sementara Bojong Gede akan menjadi ujung jalan tol Antasari (Jakarta)–Depok–Bojong Gede. Di pertemuan berbagai jalan utama ini bisa dibangun terminal terpadu dengan berbagai fasilitas pendukungnya

Selain itu, Pemkab Bogor juga akan membangun jalan poros Tengah-Timur yang nantinya akan menghubungkan Cibinong ke Bekasi (Delta Mas) dan Cianjur. Jalan poros Tengah–Timur dimulai dari Sirkuit Sentul. “Dalam waktu dekat, jalan tembus Cibinong yang melintasi Bojonggede, tembus ke Kemang (Parung) akan dibangun. Jika semuanya terwujud,  diharapkan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat. Kami harus bangun infrastruktur untuk mendukung Cibinong. Harapan saya dengan infrastruktur yang terbangun kegiatan ekonomi akan bergairah sehingga terbentuk zona-zona pengembangan baru yang mempercepat pembentukan wajah kota,” jelas Burhanudin.

Pemkab Bogor akan menjadikan kawasan GOR Cibinong menjadi CBD dan landmark Kabupaten Bogor. Selain aneka sarana olah raga, di sini bakal didirikan fasilitas komersial, bisnis, pendidikan, kesehatan dan rekreasi selain hunian dengan menggandeng para investor. Luas kawasan diproyeksikan 60 sampai 100 ha. Yang sudah menyambutnya antara lain Megapolitan Group dengan proyek Cimandala City (17 ha). Proyek ini memiliki dua gerbang di Jl Raya Bogor dan Jl Lingkar GOR.

Lumbung Rumah Menengah

“Jika ingin mencari rumah menengah di Bogor, cari saja di Cibinong, pilihannya banyak sekali. Permintaan rumah menengah bakal melonjak seiring dibuka akses jalan baru,” ujar Thomas, pemilik agen properti Indohouse. Di Cibinong, pilihan rumah menengah sangat beragam. Terkonsentrasi di tiga koridor: Jl Sentul Baru-Lingkar GOR, Jl Pemda Baru/Sukahati-KSR Dadi Kusmayadi, dan Jl Tegar Beriman-Bojong Gede.

Cibinong Raya memang dirancang sebagai snetranya rumah kelas menengah. Melalui Peraturan Bupati No 83/2009 tentang Pedoman Operasional Pemanfaatan Ruang, yang bisa dibangun di Cibinong hanya rumah dengan kaveling minimal 84 m2. Tujuannya, agar wajah kota tidak terlalu crowded. Pengembangan RSH diarahkan ke wilayah lain.

Hasil penelusuran Properti Indonesia, saat ini setidaknya ada 20 perumahan yang sedang dipasarkan. Skala pengembangan rata-rata belasan hektar ke bawah karena stok lahan memang sudah terbatas. Sebab itu kebanyakan perumahan tidak dilengkapi fasilitas sendiri, kecuali Tatya Asri (50 ha), Metro Residence (22 ha), Nirwana Golden Park (11 ha), dan Graha Kartika Pratama (19 Ha) yang akan menyediakan club house, sport club, ruko dan pasar modern. Selain itu lokasi sebagian besar perumahan tidak persis di jalan utama atau jalan besar, tapi masuk beberapa ratus meter ke dalam jalan kecil.  ”Kami menyediakan hunian yang nyaman dengan harga terjangkau,” ujar David Gaol, Direktur Utama PT Aditha Karya Pratama, pengembang Graha Kartika Pratama.

Graha Kartika Pratama menawarkan rumah tipe 36/84 dengan harga Rp210 juta. Termurah terdapat di Taman Cibinong Asri yakni tipe 22/72 seharga Rp79,3 juta. Sementara perumahan Metro Residence yang merupakan perumahan baru di pangkal Jl Lingkar GOR, koridor yang akan dikembangkan sebagai pusat niaga terpadu (central business district/CBD) Kabupaten Bogor menjual tipe 36/90 dengan harga Rp200 jutaan.

 

 

Sumber: Yuniar S

About these ads

4 Tanggapan

  1. Saya mau beli rumah di Graha Kartika Pratama. Pengembangnya bermasalah ga ya?
    Trus, itu kan tanah tentara, apakah akan ada masalah kemudian hari?

    Thks

    • biasanya KSO antara pengembang dan TNI. Anda bisa cek status tanah ke BPN setempat, apakah dalam sengketa atau tidak.

  2. saya punya tanah di tajurhalang katanya kena jalan parung cibinong, kapan kira2 jalannya dibangun

  3. saya tertarik nih dgn bahasan ini, terutama rencana2 pembangunan infrastruktur jalan2 tembusnya..setahu saya, skarang yg sudah terealisasi itu jl tembus pemda-bojonggede..jl sentul baru-gor belum selesai, sementara jalan tembus pemda-tol citeureup, jalan tembus pemda-bojonggede-parung belum mulai kayaknya..ada info terbarukah ttg pembangunan infrastruktur ini? kemudian tentang pembangunan superblock baru seperti cibinong city center & cimandala city, bagaimana perkembangannya ya? saya kira jika semua rencana infrastruktur jalan dan kawasan komersil bisa terealisasi, cibinong akan menjadi tempat investasi yg menarik..share lg ya kalau ada info ttg perkembangan cibinong..thx..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: