CBD Balikpapan, Definisi Baru Gaya Hidup Urban

Familiar dengan MGM Land? Mungkin Anda terbiasa dengan pengembang besar seperti Agung Podomoro Land, Ciputra Group, Intiland Development atau Lippo Karawaci yang bukan sekadar nama, tapi sudah menjadi kekuatan brand itu sendiri. Namun dengan MGM Land? Terdengar asing, atau jangan-jangan Anda malah mengaitkannya dengan perusahaan film Hollywood Metro Golden Meyer yang disingkat MGM juga.

 

Memang, perusahaan pengembang ini baru seumur jagung. Didirikan pada 2011 oleh duo anak muda Suyanto Chandra dan Indra Salim. Namun gebrakan mereka di Balikpapan, Kalimantan Timur, mampu menghentak pemain properti sekaliber Agung Podomoro Land (APLN), Supermall Karawaci, Bakrieland Development dan Ciputra Group. Di kota pesisir pantai itu, MGM Land membesut CBD Balikpapan.

 

Ini merupakan proyek komersial skala besar perdana mereka. Tak tanggung-tanggung, kualifikasinya pun superblok. Menempati area seluas 8,7 Ha di kawasan Dome, atau tepatnya Jl Sariffudin Yoes. Kiprah MGM Land, yang sebelumnya dianggap sebagai anak bawang, diakui atau tidak telah melecut APLN untuk menyegerakan konversi The Plaza Balikpapan menjadi mixed use development paling prestisius. Padahal, pasca mereka mengakuisisi Pandega Citraniaga awal tahun lalu, progres pengembangan terkesan berjalan lambat.

 

Namun, ketika hoarding CBD Balikpapan menghiasi wajah kota dengan warna dominan merah, konstelasi bisnis dan industri properti di Balikpapan betul-betul kian ketat, untuk tidak dikatakan sengit. “Kami mengakuisisi lahan seluas ini persis setahun yang lalu pasca secara legal, organisasi MGM Land terbentuk. Awalnya untuk koleksi land bank kami. Tapi, setelah dilakukan kajian fisibilitas, kami memutuskan memanfaatkan lahan ini untuk dikembangkan CBD Balikpapan,” jelas Presiden Direktur PT Mitra Gemilang Mahakarya (MGM Land) Suyanto Chandra.

 

CBD Balikpapan hadir di tengah keriuhan proyek-proyek multifungsi. Merangkum tak kurang dari 8 jenis properti. Mulai dari Citywalk, Apartemen, hotel berbintang dan resort, office park, office tower, convention center, dan shopping mall.

 

Dari sekian jenis properti, yang akan dibangun lebih dulu adalah citywalk. MGM Land mengusung konsep alfresco dining dua muka, yang terdiri atas 62 gerai dengan luas total bangunan 95.000 m2. Didominasi oleh tenan-tenan F&B atau sebanyak 80% dari alokasi ruang. Citywalk ini didirikan di atas lahan seluas 2 Ha.

 

“Kami merancang citywalk tidak sekadar sebagai tempat makan atau hang out. Justru kami ingin menciptakan gaya hidup baru kaum urban Balikpapan. Bahwa di sinilah tempat yang tepat untuk mengekspresikan dan aktualisasikan diri. Mulai dari hiburan, music, apresiasi seni dan lain-lain. Rencananya akan secara berkala diselenggarakan panggung pertunjukan seperti seni pantomim, berbagai jenis aliran music, atau seni pertunjukan lainnya,” papar Suyanto.

 

Beberapa brand tenan F & B yang sudah menyatakan pre komitmen adalah yang berasal dari Mitra Adi Perkasa, Metrox Group dan Transmahagaya. Tak hanya itu, strategi yang mereka terapkan dengan melakukan aliansi bisnis bersama Perhimpunan Perusahaan Restoran dan Café membuat ruang-ruangnya mudah terserap. “Kami komit akan mengoperasikan citywalk pada 2013 atau awal 2014,” imbuh Suyanto.

 

Siapa pesaing sejati Citywalk? Tak lain dan tak bukan adalah Plaza Balikpapan baru di atas reklamasi. Wakil Presiden Direktur APLN, Indra Wijaya mengatakan, konsep Plaza Balikpapan reklamasi tidak jauh berbeda dengan Central Park di Podomoro City, Jakarta Barat. Ada satu koridor yang didedikasikan untuk alfresco dining khusus tenan F&B. Tak hanya itu, “Kami akan melengkapinya dengan taman semacam Tribeca Park dan landscape design yang indah. Sehingga bangunan ini menjadi one stop living destination. Belanja, tinggal, menikmati hiburan, semua dilakukan di satu tempat,” ujar Indra.

 

Jika dilihat dari kekuatan konsep dan tenan pengisi, Citywalk @CBD Balikpapan dan Plaza Balikpapan memang setara. Namun, dari segi lokasi, The Plaza Balikpapan, secara tradisi sangat diuntungkan. Karena dia berada di episentrum kota. Sebaliknya dengan CBD, kendati berada di luar pusat bisnis, namun daerah dome merupakan jalur perlintasan Balikpapan-Samarinda. Di sinilah kantor-kantor pemerintahan, perbankan, dan kelak perushaan otomotif terkonentrasi. Sehingga kans mereka didatangi pengunjung, terbuka lebar. Tinggal bagaimana MGM Land setia pada komitmennya untuk tepat waktu membangun.

 

Chief Executive Officer Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, mengatakan Balikpapan yang mencuat sebagai pilihan investasi utama di luar Jawa, pantas dimasuki pengembangan-pengembangan sekelas mixed use development. Utamanya jenis properti komersial yang menekankan pada konsep lifestyle atau gaya hidup. “Pusat belanja non konvensional, hotel, kondotel dan convention center sesuai dengan dinamika yang tengah terjadi saat ini di sana. Banyak ekspatriat dan pebisnis dari Jakarta, Surabaya, sekadar menyebut contoh yang membawa virus gaya hidup baru,” timpalnya.

 

Wajar jika beberapa gerai gaya hidup, katakanlah yang direpresentasikan oleh Blitz Cineplex, Celebrity Fitness, Starbucks, dan kelak Burger King serta Seven Eleven disambut kehadirannya dengan antusias. Dan terlihat di beberapa sudut gerai, selalu dipenuhi pengunjung.

 

“Itulah yang memotivasi kami, tak hanya membangun citywalk juga shopping mall. Pusat belanja yang dinamakan Mall of Balikpapan itu nantinya diisi oleh anchor tenant toko buku, department store, home appliance, dan supermarket. Nama-nama macam Gramedia dan Metro Department Store, sedang kami jajaki.Dalam fase pengembangan, setelah citywalk, kami akan bangun apartemen, hotel, dan kemudian pusat belanja. Kami targetkan hingga 2016, semuanya terbangun,” janji Suyanto.

 

Guna merealisasikan superblok ini, MGM Land membutuhkan dana hampir Rp4 triliun atau tepatnya Rp3,9 triliun. Selain digunakan untuk membangun citywalk, juga 6 tower apartemen yang berisi 1.100 unit, office park sebanyak 26 unit dengan tipikal 4 lantai seluas 8×20 m, 1 hotel bintang 3, 1 hotel bintang 5 dan 1 hotel berkonsep resort. Dua di antaranya akan dikelola oleh international chain operator. Sementara office tower-nya terdiri atas 10 lantai dan akan dijadikan sebagai head quarter MGM Land untuk wilayah luar Pulau Jawa.

 

Menilik dari jumlah apartemen yang ribuan unit, kerja ekstra keras sangat dibutuhkan guna menarik minat pasar. Golden Apartment harus berkompetisi dengan 5 menara apartemen di Pentacity kepunyaan PAM Group. Kendati kelasnya berbeda, keduanya kini tengah dipasarkan. Pentapolis di Pentacity lebih dulu dilansir dengan harga Rp600 juta-1,5 miliar untuk tipikal 1 kamar tidur hingga 3 kamar tidur. “Kami mampu menjual 30% dari total 126 unit menara pertama (Aeropolis) per November,” ungkap Senior Marketing & Promotion Manager Pentacity, Ricky Tjan seraya menambahkan Pentapolis terdiri atas 5 tower dengan keseluruhan 400 unit apartemen.

 

Sementara Golden Apartment sedikit di bawahnya. Ditawarkan mulai dari harga Rp350 juta-800 juta. Cukup kompetitif dan potensial untuk dilirik. Mengingat gaya hidup praktis dan modern telah menjadi kebutuhan. Namun demikian, yang jadi pertanyaan besar adalah, jika memang unit-unit apartemen tersebut terserap pasar, yang ditengarai didominasi oleh pembeli bermotif investasi, pertanyaan besarnya adalah siapa penyewa apartemen tersebut? jika Anda mengharapkan imbal hasil dari investasi apartemen, butuh waktu cukup lama untuk terwujud. Jangankan imbal hasil sewa, pengembalian investasi pun perlu waktu tertentu. Sebab, di sini lain, pasok landed housing di kota ini masih sangat banyak. Mereka berasal dari Ciputra Group, Cowell Development dan belum lagi township development Grand City, yang akan dimulai Sinarmas Land pada 2013 mendatang.

 

Kisaran perumahan tersebut, kecuali Citra Bukit Indah, adalah Rp400 juta-1 miliar. Inilah pesaing serius dari unit-unit apartemen itu. Apakah Golden Apartment @ CBD Balikpapan akan menuai sukses? Jawaban yang jujur ada pada waktu yang terus bergulir.

 

 

 

 

 

About these ads

2 Tanggapan

  1. Jadi serem mo beli apartemen di cbd ini haha. Ulasannya masuk akal skali mam. Jempol dah

  2. Hilda, gimana prospeknya nih ?? Jujur aja deh, kalok oke, om mau ambil 1 apart.nya. Siapa tau kalo melalui hilda bisa diskon sikit. Oke..please reply as soon as possible.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: